Share it

Source: Rakyat Merdeka

Michael Hatcher, pemburu harta karun bawah laut asal Australia berencana melakukan penyelaman di perairan Blanakan, Subang, Jawa Barat. Hatcher ingin mengangkat barang-barang berharga yang dibawa sebuah kapal yang karam di tempat itu ratusan tahun lalu.
Untuk membiayai misi ini, Hatcher mencari donatur sambil menayangkan video keberhasilannya mengangkat harta karun yang berhasil diangkat dari perairan Indonesia.

Hatcher diketahui pernah mengangkat 126 emas batangan dan 160 ribu keramik dari zaman Dinasti Ming dan Ching dari perut kapal Geldermasen milik VOC yang karam di Karang Heliputan, Tanjung Pinang. Harta karun itu diperkirakan bernilai 15 juta dolar AS.

Ia juga berhasil mengangkat kapal Tek Sing di perairan Pulau Bangka, Sumatera Selatan tahun 1999 dan memperoleh barang temuan bernilai Rp 500 miliar.

Rencana Hatcher mengangkat harta karun di perairan Blanakan membuat pejabat Indonesia kebakaran jenggot. Hatcher pun dicari-cari polisi karena telah menjarah harta milik negara itu secara tak sah.

Di perairan Indonesia ada lebih dari 400 titik lokasi kapal tenggelam. Kapal-kapal itu diduga membawa barang-barang berharga. Lemahnya pengawasan itu membuat harta karun bawah laut itu menjadi incaran pemburu ilegal seperti Hatcher.

Tak semuanya pencarian harta karun di perairan Indonesia dilakukan oleh pemburu ilegal. PT Paradigma Putra Sejahtera (PPS) yang mengantongi izin bekerja sama dengan Cosmix Underwater Research Ltd berhasil mengangkat harta karun dari kapal yang karam di Laut Jawa sekitar 70 mil sebelah utara Cirebon, Jawa Barat. Pengangkatan dilakukan kurun 2004-2005.

Kapal itu berisi ratusan ribu keramik dari Cina abad X (Yue Mise Wares), aneka gelas dan batu kristal dari Timur Tengah, perhiasan emas, perak dan batu-batu mulia. Rabu esok (5/6), pemerintah Indonesia akan melelang barang-barang tersebut.

Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PS2DKP), Kementerian Kelautan dan Per?kanan,Aji Sularso mengatakan, tak mudah mengawasi semua lokasi harta karun di perairan Indonesia. Mengapa?

Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Aji Sularso.

Berapa harta karun di laut Indonesia yang berhasil diindentifikasi?
Berdasarkan peta kapal yang pernah tenggelam terdapat 429 titik dan 8 titik di antaranya sudah dilakukan pengangkatan.

Sejak kapan keberadaan harta karun diketahui? Kapan dilakukan pembuatan petanya? 
Sejak kementerian ini berdiri kami sudah memiliki peta itu. Peta itu sudah ada lama. Peta itu hasil pemetaan TNI Angkatan Laut. Yang perlu diketahui, peta itu hanya mendeteksi kapal yang pernah tenggelam di Indonesia. Apakah ada harta karunnya atau tidak, kita tidak mengetahuinya.

Peta itu mungkin dari hasil penelusuran sejarah terutama dari kapal-kapal dari negara-negara yang dahulu sering melakukan pelayaran di Indonesia seperti Cina, Portugis, dan terakhir VOC Belanda.

Barang yang sudah berhasil diangkat dikemanakan?
Ada prosedurnya. Barang yang diperoleh akan disisihkan untuk cagar budaya, untuk disimpan di museum. Sisanya akan dijual dan keuntungannya 50 persen untuk per?sahaan pencari harta karun dan 50 persen akan dimasukkan untuk kas negara.

Kenapa barang temuan itu tak dijadikan koleksi museum dan dianggap sebagai barang bersejarah?
Ada beberapa pertimbangan kenapa tidak semua barang ditaruh di museum. Pertama, barang yang diangkat umumnya banyak yang serupa. Misalnya, benda porselin yang jumlahnya puluhan ribu diambil per item saja untuk ditaruh di museum. Kedua, mengangkat barang dari kapal di bawah laut itu membutuhkan biaya yang besar. Bisa mencapai puluhan juta dolar karena untuk mengangkatnya menggunakan alat dengan teknologi tinggi. Pemerintah tidak memiliki dana untuk membiayai hal-hal yang sifatnya spekulatif. Rabu ini (5/6) ini kami akan melakukan proses pengangkatan di perairan Blanakan, Subang, Jawa Barat.

Siapa saja yang berhak melakukan pengangkatan harta karun dari bawah laut?
Ada aturanya. Yang melakukan harus perusahaan yang sudah mengantongi izin kepada pemerintah untuk melakukan pengangkatan. Sama saja seperti perusahaan yang ingin melakukan pengeboran migas. Perusahaan itu harus lebih dulu menaruh deposit sebesar Rp 500 juta. Perusahaan melakukan survei dan pengangkatan barang dengan biaya sendiri.

Ketika akan dilakukan pengangkatan, kami melakukan pengawasan karena barang-barang tersebut statusnya milik negara.

Kalau ada perusahaan atau orang yang melakukan pencarian harta karun tanpa izin itu tindakan ilegal.

Apakah boleh perusahaan asing melakukan pencarian harta karun di Indonesia?
Perusahaan yang boleh melakukan pencarian harta karun hanya perusahaan yang ada di Indonesia dan berbadan hukum Indonesia. Tetapi sesuai dengan aturan penanaman modal asing (PMA) membolehkan perusahaan pencari harta karun asing bekerja sama dengan perusahaan dalam negeri.

Ada berapa perusahaan yang sudah mengantongi izin melakukan pencarian harta karun di laut?
Jumlahnya tidak banyak. Tidak sampai 10 perusahaan.

Apakah sudah ada perusahaan yang berhasil melakukan pengangkatan barang-barang bersejarah dari bawah laut?
Ya sudah. Pengangkatan kapal kargo itu cukup lama, bisa memakan waktu sampai satu tahun. Mungkin karena kapal yang tenggelam berada di dalam lumpur dan pengangkatan harus dilakukan satu persatu.

Apakah pernah pencari harta karun ilegal yang tertangkap?
Belum, tetapi ada beberapa nama yang sempat terungkap di publik. Belakangan ini yang banyak disorot di media yakni Michael Hatcher. Orang ini sedang diburu petugas. Untuk menangkap orang yang diduga para pelaku pemburu harta karun memang tidak mudah. Sebab untuk menangkap orang itu harus disertai bukti-bukti.

Apa yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengamankan harta karun yang ada dilaut?
Kami sudah memiliki tim pengawas gabungan yang beranggotakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI AL, Polisi, dan penyidik dari Kementerian Budaya dan Pariwisata.

Tetapi tim pengawas ini memiliki keterbatasan sehingga tidak mungkin bisa mengawasi 429 titik seperti yang ada di peta. Agar pengawasan efektif, kami menerjunkan tim pengawas terhadap perusahaan-perusahaan yang resmi ketika mereka melakukan survei.

Lokasi 429 titik itu luasnya sama seperti luas lautan Indonesia karena posisinya tersebar sehingga tidak mungkin kami menongkrongi terus.

Sebenarnya, untuk melakukan pengangkatan itu tidak mudah. Kalaupun ada orang yang bisa melakukan pencurian harta karun itu pasti orang itu memiliki teknologi yang canggih sekali.

Apakah ada patroli khusus di titik-titik lokasi harta karun? 
Tidak, TNI AL hanya melakukan patroli biasa. Patroli tidak mungkin dilakukan secara terus menerus karena semua tergantung anggaran patroli.