Share it

Source: Suara Karya Online

Mengatasi pencurian ikan di laut, terutama yang dilakukan nelayan atau kapal asing, memang bukan perkara mudah. Namun, Dr Ir Aji Sularso MMA, yang kini menjabat sebagai Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), terus berupaya meminimalisasi pencurian itu.

Merekatkan hubungan dengan TNI Angkatan Laut dan Polisi Perairan adalah salah satu bentuk keseriusan pria lulusan Akabri tahun 1976 ini dalam memberantas penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing). “Kita memang harus bersatu untuk melindungi kekayaan laut Indonesia dari pelaku illegal fishing. Bentuk keseriusan tersebut terwujud dalam kesepakatan antara DKP, TNI, dan Kepolisian RI yang sudah menandatangani surat keputusan bersama (SKB) guna menjaga laut Indonesia,” kata Aji.

Menurut suami dari Amin Praptuti Rahayu serta ayah dari Dewi Khujah Kejoran dan Nisa Ayu Spica ini, illegal fishing bukan hanya mengancam terkurasnya ikan di perairan Indonesia, namun juga mengancam perekonomian bangsa dan nelayan. “Kita harus tindak tegas, sehingga dapat memberikan efek jera bagi pelaku. Kalau perlu dengan menenggelamkan kapalnya. Ke depan kita upayakan tidak ada lagi pelaku illegal fishing, terutama pihak asing, yang meremehkan petugas keamanan laut di negara ini,” katanya.

Lulusan S-2 jurusan akuntansi FE-UI ini yakin bisa menekan praktik illegal fishing hingga ke titik nol jika hukuman bagi pelaku pencurian ikan bisa dipastikan setimpal. “Perairan laut yang harus diawasi dengan ketat adalah di Natuna, Sulawesi Selatan, dan Arafura. Sebab, di daerah ini ratusan kapal asing pelaku illegal fishing beroperasi. Kami bisa memberantas semua itu dalam waktu relatif singkat asalkan tersedia 10 armada patroli yang beroperasi selama 24 jam, sehingga bisa terus mengawasi seluruh perairan tersebut. Tentunya juga dengan dukungan dana operasional,” tuturnya. (Bayu)