Share it

Sail Komodo 2013 direncanakan digelar pada bulan September 2013 di Provinsi NTT sebagai tuan rumah utama dan Provinsi Kalimantan Timur sebagai penyelenggara event Festival Derawan (nama belum final). Pertanyaanya adalah apakah kedua Provinsi sudah siap?. Melihat semangat kedua daerah boleh dikatakan keduanya siap melaksanakan event Sail Komodo, bahkan Kaltim sudah melakukan survey dan berbagai acara internasional siap digelar. Demikian pula NTT sudah merumuskan rencana detail dan seluruh jajaran Pemda sudah intensif melakukan survey, rapat koordinasi, pembentukan Panitia Daerah. Agar event tersebut berjalan sukses dan lancar tentu persiapan harus sedini mungkin dan pada bulan November ini rencana garis besar harus sudah selesai karena ada keterkaitan dengan APBN dan APBD yang akan ditetapkan sebelum Desember 2012 untuk anggaran pelaksanaan tahun 2013.

Ada kesamaan dan perbedaan mendasar antara Kaltim dan NTT dalam penyiapan event tersebut. Provinsi Kaltim memiliki kesiapan infrastruktur maupun APBD yang cukup dan tidak memerlukan dukungan pusat dalam pembangunan infrastruktur. Sedangkan NTT sangat memerlukan dukungan infrastruktur maupun program dan anggaran mengingat daerah tersebut termasuk tertinggal dibandingkan dengan provinsi lain. Yang diperlukan Kaltim adalah persetujuan dan masuk dalam Perpres agar penggunaan APBD mendapatkan dukungan DPRD. Bagi Kaltim sasaran diselenggarakannya event tersebut adalah menjadikan Derawan sebagai destinasi dunia, jadi lebih cenderung kepada membangun image dan mempromosikan potensi pariwisata daerah ke pentas dunia. Bagi NTT pelaksanaan Sail Komodo merupakan peluang agar Kementrian/Lembaga pusat memberikan dukungan infrastruktur, program dan anggaran sebagai stimulus percepatan pembangunan yang berujung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan konsep Menko Kesra bahwa acara tahunan Sail seperti Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi Belitung 2011 dan Sail Morotai 2012 merupakan sebuah model percepatan pembangunan daearh untuk meningkatkan kesejahteraan dimana Kementrian dan Lembaga pusat mengalokasikan program dan anggaran dalam satu tahun anggaran secara bersama-sama. Paling tidak ada 15 Kementrian dan Lembaga yang berpartisipasi dalam event tersebut, dimana program, kegiatan dan anggaran difokuskan ke satu provinsi tuan rumah. Sail Komodo dan Sail sebelumnya merupakan panggung dimana Kementrian/lembaga yang memiliki kepentingan dapat bergabung memberikan program pembangunan.

Kegiatan pembangunan infrastruktur dilakukan bukan hanya untuk menyelenggarakan event, namun untuk kepentingan jangka panjang, misalnya pembangunan jalan utama sebagai urat nadi ekonomi, bandar udara, pelabuhan, hotel, listrik, telpon dll yang kesemuanya akan menjadikan daerah tersebut lebih maju. Demikian pula kegiatan sosial kemanusiaan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat yg tergolong miskin, antara lain Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya (SBJ) dan Ekspedisi Kesra Nusantara (EKN). SBJ dilaksanakan oleh TNI AL bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan berupa operasi dan bantuan kesehatan seperti operasi bibir sumbing, operasi katarak, pengobatan dan bantuan obat-obatan. Disamping itu juga dilaksanakan rehabilitasi dan peningkatan sarana kesehatan seperti rumah sakit dan Puskesmas untuk dinaikkan kelasnya atau dilengkapi peralatan medisnya. Kegiatan pelayaran Lintas Pemuda dan Remaja, juga merupakan program penanaman wawasan kebangsaan dan memberikan pengalaman menjelajah tanah air dengan kapal perang. Program ini sangat bagus dalam rangka menanamkan semangat kebangsaan dan persatuan kesatuan.

Kaltim memiliki keunggulan bawah air di Kepulauan Derawan yang sudah dikenal dunia dan pulau Kakaban dengan spesies langka yaitu Ubur-ubur air tawar di danau yang terjadi karena proses geologi terangkatnya kawasan terumbu karang ke atas permukaan laut. Di dunia hanya ada dua kejadian terbentuknya sepesies langka tersebut yaitu di Palau dan P. Kakaban. Pulau-pulau kecil di kawasan Derawan yang sangat indah antara lain P. Maratua dengan karang yang indah dan gerombolan Barakuda, P. Sangat yang dikenal sebagai daerah ikan Manta (Hitam dan Putih) serta P. Derawan merupakan daerah Penyu. Sementera itu, Komodo sangat dikenal dunia dengan masuknya sebagai salah satu Seven Wonder of the World dan menjadi World Heritage versi UNESCO. Bagi turis selam manca negara, kawasan Komodo dan sekitarnnya merupakan surga penyelaman yang selalu menjadi tujuan wisata selam. Kapal-kapal wisata selam (Live on Board =LOB) banyak beroperasi (paling tidak 50 kapal) di kawasan Kep. Komodo selama 6 bulan dari Maret sampai dengan September, selanjutnya LOB tersebut beroperasi di kawasan Raja Ampat selama enam bulan dari Oktober sampai Maret. Bagi para penyelam Raja Ampat, Komodo dan Derawan merupakan kawasan premium untuk wisata selam karena memiliki keunikan dan keragaman hayati masing masing. Denagn diselenggarakannya Sail Komodo yang mempromosikan dua daerah unggulan wisata bahari kelas dunia yaitu Komodo dan Derawan, bisa jadi akan merupakan faktor percepatan agar kedua daerah tersebut lebih maju lagi dan memiliki akses maupun sarana dan prasarana pendukung untuk menjadikannya sebagai destinasi pariwisata dunia.

Sail Indonesia sebagai event raly kapal layar (Yacht Rally) yang diadopsi dan dikembangkan menjadi Sail Bunaken dan seterusnya sampai Sail Morotai 2012, telah berlangsung lebih dari 10 tahun diorganisisr secara sukarela (volunteer) oleh Mr David Woodho di Darwin bekerjasama dengan Dr. Aji Sularso sebagai founder (pemberi nama event dan organiser Sail Indonesia). Raly kapal layar tersebut secara rutin dengan jadwal tetap diberangkatkan dari Darwin pada hari Sabtu tiap bulan Juli minggu ke 3 jam 11.00 waktu Darwin, menyinggahi sekitar 20 destinasi di Kabupaten/Kota pesisir Indonesia dan berlayan di perairan Indonesia selama 3 bulan. Saat ini Sail Indonesia menjadi raly kapal layar terbesar di Asia baik dilihat dari jumlah pesertanya yang mencapai rata-rata 120 kapal per tahun, maupun lamanya berlayar di perairan Indonesia lebih dari tiga bulan. Ada beberapa faktor penyebab kenapa raly ini diminati oleh pelayara dunia, antara lain: 1) rute pelayaran memanfaatkan kondisi angin terbaik untuk berlayar dari timur ke barat memanfaatkan angin timur; 2) timingnya memanfaatkan banyaknya kapal layar yang keliling dunia (circum navigation) dan berhenti di Australia pada saat musim typhon dan selesai typhon melanjutkan ke barat melewati Indonesia; 3) para pelayar lebih senang konvoy berame rame dan diorganisir dalam event karena mudah dalam hal perizinan yang akan sangat sulit jika berlayar sendiri, merasa lebih aman dan nyaman; 4) pengorganisasian event Sail Indonesia sepenuhnya hanya menggunakan website www.sailindonesia.net online, tidak ada tilpon, fax maupun komunikasi lainya, mulai dari pendaftaran sampai kepada tanya jawab semua persoalan; 5) banyaknya destinasi daerah kabupaten/kota yang sangat indah dan merupakan daerah sangat ideal bagi perualangan para pelayar. Manfaat yang dirasakanoleh daerah yang dikunjungi oleh kapal-kapal layar mancanegara ini antara lain: 1) datangnya wisatawan mancanegara yang sebelumnya daerah tersebut jarang dikunjungi; 2) promosi daerah tujuan wisata ke dunia, setelah rutin dikunjungi kapal layar maka menjadi terkenal sebagai destinasi yacht yang menarik; 3) menjadi pemicu kegiatan ekonomi lokal karena banyaknya turis yang berbelanja untuk keperluannya; 4) dikenalnya budaya lokal oleh turis manca negara.

Bagi masyarakat NTT, Sail Komodo 2013 bisa menjadi harapan untuk menuju ekonomi dan sosial yang lebih baik, mengangkat tingkat kesejahteraan serta peluang bagi segenap komponen masyarakat untuk berperan dan pada gilirannya NTT di masa datang akan lebih maju.Bagi masyarakat Kaltim, keterlibatan sebagai salah satu bagian program Sail Komodo akan menjadikan kawasan Derawan lebih dikenal dunia dan akan lebih mudah untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut sebagai suatu kawasan khusus ekonomi yang domotori oleh sektor pariwisata. Inilah sejatinya esensi dari pergelaran Sail Komodo 2013 yang melibatkan banyak Kementrian/Lembaga, Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota serta swasta dan komponen masyarakat, dengan tujuan yang sama yaitu mengangkat potensi daerah untuk meningkatkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, kesuksesan event tersebut akan sangat tergantung dari keseriusan Pemda dan dukungan Pemerintah, bukan hanya menjadikannya sebagai ajang hura-hura yang membuang anggaran, tetapi harus diarahkan untuk program yang bermanfaat secara langsung maupun jangka panjang.

Dikupas oleh Dr. Aji Sularso, Pengamat Kelautan dan Perikanan